Ego Lari: Kenangan Grup Paling Nekad Sedunia
Membaca kembali barisan ini seperti membuka lembaran foto lama yang penuh warna. Jika ditelusuri dari kiri ke kanan, ini bukan sekadar susunan nama, melainkan peta petualangan masa muda yang penuh tawa, lokasi yang akrab di telinga, dan keberanian yang tak tertandingi:
- Aku: Yang paling kecil di antara semuanya. Dengan candaan khas pada diri sendiri sebagai yang "hitam dan nggak berwarna" (he..he), namun justru akulah saksi utama yang menyimpan mosaik kenangan ini paling utuh hingga hari ini.
- Agus Dermawan: Sosok yang berdiri tegak di sampingku, bagian tak terpisahkan dari fondasi awal kelompok ini.
- Suluh: Kawan yang membawa semangat dari Ketintang PTT, sebuah nama lokasi yang kini langsung memicu ingatan akan asal-usul dan perjalanan kita.
- Ibu Rahardjo: Figur yang unik dan istimewa dalam dinamika kelompok kita. Rumah beliau berada di dekat kawasan Untag, tepatnya di Jalan Manyar Sindaru. Kehadirannya pasti memberi nuansa dan warna tersendiri yang sulit dilupakan.
- Candra: Yang menurut pandanganku (dan mungkin hanya aku yang seberani ini mengatakannya, hehe), adalah yang paling cantik di antara kami semua, dengan rumah yang berada di kawasan Asemrowo.
- Sutrisno: Jantung sosial dari grup ini. Orang yang paling supel dan ramah, tipe teman yang selalu bisa mencairkan suasana dan membuat siapa saja merasa diterima.
- Harsono: Sosok yang ingatan tentang rumahnya di Simo mungkin sudah mulai agak kabur dimakan waktu, namun jejak persahabatan dan kehadirannya tetap tertinggal jelas di hati.
- Arifin: Sang penutup barisan dengan prinsip yang kuat dan mandiri. Meski sudah diterima di SMAN 6, ia justru dengan tegas menolaknya dan memilih meminta dipindahkan ke SMA Trimurti. Sebuah keputusan nekat yang sangat mewakili jiwa kelompok ini.
Semangat "Paling Nekad Sedunia"
Ini bukan sekadar grup biasa; ini adalah kumpulan anak muda dengan mental baja dan hati yang membara. Bayangkan, baru saja belajar ngeband, belum lama benar memegang alat musik, kami sudah langsung melemparkan diri ke dalam kejuaraan tingkat se-Jawa Timur.
Tidak ada ragu, tidak ada istilah "belum siap". Yang ada hanya keberanian murni, adrenalin, dan kepercayaan diri yang hanya dimiliki oleh masa muda. Soundtrack dari segala kegilaan dan keberanian itu adalah lagu "Ego Lari". Lagu itulah yang menggema di setiap latihan dan panggung, mewakili semangat kami yang mungkin terlihat kacau dari luar, tapi penuh gairah, solidaritas, dan keyakinan di dalam.
Di Mana Kalian Sekarang?
"Wah, ke mana semua, ya?"
Pertanyaan itu menggantung manis di ujung kenangan. Waktu memang membawa kita ke arah yang berbeda, menyebar kita ke berbagai jalan kehidupan. Namun, semangat "paling nekad sedunia" dan irama "Ego Lari" akan selalu menjadi bukti abadi bahwa pernah ada masa di mana kita benar-benar hidup, bermusik, dan bersaudara tanpa batas.
---ooo000ooo---
kalo boleh koreksi keterangan vokal group paling nekat. ka-ki : arifin, aris, sukotjo, bu rahardjo, chandra, suluh, satriyo(?)..
ReplyDeletewah,... betul tuh.... cuman yg paling kiri itu sugest... dan yang paling kanan itu..... siapa ya..?
ReplyDeleteiki blog kok semrawut banget.....
ReplyDeleteEhhh.. sukotjo.. sorry..
ReplyDeletePaling kanan Arifin alias Jipin
ReplyDelete